19
Aug

Transformasi Lazis ke Era Digital

Perkembangan Teknologi di Berbagai Bidang

 

Di era perkembangan teknologi sekarang, telah banyak masyarakat individu maupun perusahaan yang memanfaatkan kemajuan teknologi informasi. Manfaat teknologi informasi pun kini dapat dirasakan dalam berbagai bidang, seperti dalam bidang telekomunikasi, pendidikan, perbankan, kesehatan, sosial, hingga dunia bisnis.

 

Teknologi informasi adalah teknologi yang berfungsi untuk membantu individu maupun perusahaan untuk membuat, mengubah, menyimpan, menyampaikan, hingga menyebarkan informasi. Teknologi informasi dinilai sangat mempermudah kegiatan sehari-sehari di berbagai bidang.

 

Perkembangan Teknologi di Lazis

Perkembangan teknologi yang pesat ini juga harus diterapkan di bidang sosial salah satunya lazis. Transformasi lazis dapat dimanfaatkan untuk dapat meningkatkan kualitas pelayanannya. Dari segi keuangan, penghimpunan, maupun pendistribusian hasil sedekah. Bila dilihat sekarang, masih banyak lembaga lazis yang melakukan pengelolaannya secara manual dan itu dinilai sangat kurang bila dibanding institusi keuangan lainnya.

 

Pengelolaan yang baik pada lazis akan memberikan dampak kepercayaan kepada muzakki dan mustahik. Muzakki sebagai orang yang memiliki kewajiban melakukan zakat dan mustahik adalah orang yang berhak menerima zakat.

 

Kepercayaan muzakki dan mustahik dapat ditingkatkan menggunakan bantuan teknologi untuk mengelola zakat. Mereka ingin agar pengelolaan zakat dapat dilakukan secara amanah. Untuk mewujudkan hal tersebut, lazis dapat menggunakan teknologi informasi.

 

Teknologi dapat membantu lembaga dalam dokumentasi keuangan. Pencatatan pendapatan dan pendayagunaan dapat dimudahkan tanpa perlu catat dan hitung secara manual dan hasilnya pun lebih akurat karena data minim hilang sehingga dapat dikelola sistem secara menyeluruh.

 

Baca Juga: Cegah Hilangnya Data-Data Laziswaf dengan Penyimpanan Berbasis Cloud

 

Tiga Area yang Memerlukan Transformasi Lazis

 

Masyarakat Luas

Peran teknologi digital untuk meningkatkan kesadaran wajib zakat dan sebagai tempat edukasi tentang zakat. Penggunaan teknologi digital memungkinkan pesan-pesan mengenai kewajiban zakat dapat lebih menjangkau masyarakat dengan menggunakan penyampaian yang mudah diterima oleh masyarakat.

Muzakki

Peran teknologi digital untuk proses pengumpulan zakat diharapkan memberikan kemudahan bagi Muzakki. Lembaga zakat harus banyak bekerja sama lagi dengan platform pembayaran digital agar semakin banyak pilihan kepada masyarakat untuk membayar zakat.

Lembaga Lazis

Peran teknologi digital sebagai media transparansi dalam pelaporan penyaluran zakat, sehingga masyarakat yang telah membayar zakat dapat meningkatkan kredibilitas lembaga amil zakat.

 

Manfaat Teknologi untuk Muzakki

 

Setidaknya ada dua hal yang akan dirasakan manfaatnya oleh muzakki dengan memanfaatkan teknologi.

 

Penyaluran zakat ke lazis lebih mudah 

Muzakki tidak perlu datang langsung ke lazis untuk menyalurkan zakat. Saat ini penyaluran dapat dilakukan dengan cara transfer ataupun melalui website penghimpun dana yang dapat dibayar melalui e-Wallet. Selain hemat waktu dan tenaga, saat ini tidak ada alasan untuk tidak menyalurkan zakatnya.

 

Adanya transparansi pendistribusian 

Lazis dapat memberikan informasi terkait pendistribusian zakat yang telah dilakukan muzakki, bisa melalui WhatsApp, email, maupun status di website. Tentu hal ini akan memberikan transparansi zakat, sehingga tingkat kepercayaan muzakki pun akan meningkat ke lazis.

 

Baca Juga: 6 Keunggulan Menggunakan Aplikasi Berbasis Web untuk Panti

 

Manfaat Teknologi untuk Pihak Lazis

Meningkatkan Kredibilitas Lazis

Pengumpulan dan pengelolaan zakat secara digital dapat meningkatkan nilai kredibilitas suatu lazis. Pasalnya, pelayanan dan pengelolaan menjadi lebih optimal dan transparan. Dengan transparansi penyaluran zakat, akan semakin membuat muzakki yakin bahwa zakat yang mereka berikan benar-benar disalurkan oleh lazis. 

 

Optimasi Pelayanan dan Pengelolaan Keuangan

Teknologi memudahkan segala proses pelayanan dan pengelolaan. Salah satunya menghemat waktu transaksi dan pencatatan zakat. 

 

SDM lazis akan memiliki lebih banyak waktu untuk mengembangkan program dan memperbaiki serta meningkatkan sisi yang kurang dari lazis. 

 

Akhirnya, hanya lazis dapat menempatkan sedikit orang untuk berfokus pada hal-hal mendasar seperti kesalahan laporan keuangan dan menjemput zakat offline.  

 

Direktur Utama Baznas M. Arifin Purwakananta mengatakan, sejak 2016, Baznas sudah melakukan pengumpulan dan pengelolaan zakat secara digital.

 

Arifin mengatakan, proses digital mendongkrak kenaikan pengumpulan zakat secara tajam. Hingga 2019, diprediksi pengelolaan zakat naik hingga 30%. “Kenaikan rata-rata zakat digital sebesar 10 – 13 %,” katanya.

 

Salah satu lazis terbesar di Indonesia, Baznas sudah membuktikan dengan menggunakan teknologi, dongkrak kenaikan zakat secara tajam.

 

Demikian paparan mengenai Transformasi Lazis ke Era Digital. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan.

 

Bila ingin mengetahui informasi menarik lainnya kunjungi elazis.com